SULTENG – Sebagai negara dengan pengguna internet terbesar ke-6 di dunia, Indonesia kini disibukkan dengan gempuran informasi tidak benar dan ujaran kebencian. Internet yang seharusnya bisa berdampak positif bagi kemajuan bangsa, kini justru dijadikan sebagai alat pemecah belah. Perang terhadap infomasi hoaks dan ujaran kebencian pun terus di gaungkan oleh pemerintah didukung semua elemen masyarakat.

Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Khairaat Habib Sholeh pun ikut menabuh genderang perlawanan membasmi berita bohong di ruang publik. Ulama yang akrab disapa Habib Rotan ini meminta masyarakat Indonesia khususnya Sulteng untuk tetao waspada dan berhati-hati terhadap berita-berita hoaks yang dapat memperkeruh suasana.

“Tetap waspada dengan berita hoaks yang dapat memperkeruh suasana menjadi tidak kondusif,” tegas Habib Rotan.

Hal itu disampaikannya dihadapan ribuan jemaahnya yang hadir di acara doa dan dzikir bersama di Anjungan Nusantara, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Jumat (7/12/2018).

Lebih lanjut, Habib Rotan mengingatkan agar semua pihak tidak terprovokasi dengan memanfaatkan bencana Palu sebagai media politik terutama menjelang Pilpres 2019 di Provinsi Sulteng khususnya di wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala yang paling terdampak terjadinya bencana gempa dan tsunami.

“Masyarakat Sulteng harus cepat kembali bangkit. Waspadai provokasi media dengan halalkan segala cara untuk kepentingan politik yang memanfaatkan korban bencana,” tambahnya.

Lebih jauh, Habib Rotan mengajak masyarakat untuk berdoa bersama dengan memohon ampunan dari Allah SWT agar dijauhkan dari segala bencana.

“Tujuan istighasah, zikir dan do’a bersama merupakan wahana paling tepat untuk bermuhasabah, berserah diri, meminta pertolongan dan ridha serta perlindungan dari Allah SWT agar bangsa dan negara Indonesia senantiasa aman, damai dan dihindarkan dari segala bala dan bencana,” tandasnya.