JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 di bulan April nanti, sudah terasa eskalasi politik yang semakin meningkat dimana isu-isu negatif, hoax, ujaran kebencian telah membanjiri seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini menjadi suatu tantangan yang akan sangat krusial bagi seluruh elemen bangsa ini mengingat pemilu dan pileg sudah semakin dekat.

Semua pasangan Pemilu dan Pileg mengerahkan kekuatan dan strategi mereka dalam bertarung untuk memenangkan kursi jabatan negara ini. Isu sara yang menjadi jualan utama perpolitikan di Indonesia menjadi hal yang wajar dan biasa karena setiap ada nya pemilu di Indonesia tidak akan terlepas dari isu sara tersebut.

Seperti apa yang telah di sampaikan oleh salah satu ustad Jamaah Ahmadiyah Cimahi Ust Saiful Yuyun, Imam Masjid Al Mubarok Cimahi dan sekaligus Mubaligh Ahmadiyah yang berpesan agar masyarakat Indonesia harus mampu menjaga diri dari isu-isu tersebut agar tercipta suasana harmonis meskipun beda pilihan politik.

“Masyarakat harus mampu menjaga suasana harmonis meskipun kita beda pilihan,” ungkap Saiful Yuyun, hari ini.

Saiful berharap kepada masyarakat pada umum nya untuk tidak terprovokasi oleh segala bentuk tindakan apapun yang bersifat membelah persatuan ini terutama dalam suasana pemilu sekarang ini. Apa yang telah disampaikan oleh ustad saiful yuyun merupakan bentuk nasionalisme yang kuat agar esensi dari perbedaan itu tidak pudar oleh karena momentum 5 tahunan tersebut.

“Saya di beri kesempatan untuk menyampaikan kepada para pengurus jamaah ahmadiyah pada khususnya dan kepada warga ahmadiyah pada umumnya terkait dengan masa-masa pilpres kita rasakan banyak sekali isu-isu yang mengarah ke SARA dan ujaran kebencian menghimbau agar tetap hati-hati dan menyaring isu itu agar tidak menjadi kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya.