Triknews.net – Kegaduhan menjelang proses pemungutan suara pemilu 2019 tampaknya masih terus terjadi, yakni baik pendukung salah satu pasangan calon saling menjatuhkan pasangan calon yang menjadi lawan politik.

Tidak hanya sesak dan ricuh di jagat maya saja, bahkan narasi menghujat, mencaci, merendahkan dan menghina yang cenderung bertendensi melakukan upaya delegitimasi dan menurunkan elektabilitas lawan politik juga menggaung sampai ke dalam masjid.

“Bahwa masjid adalah tempat ibadah serta sebagai pusat peradaban dan pengembangan umat,” kata Rais Suriah PBNU, KH Zaki Mubarak di tengah-tengah acara¬†silaturahmi DKM Masjid dan Majelis Taklim se-Kecamatan Setiabudi dan Kecamatan Tebat di Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019).

Ia berharap agar masjid tidak dikotori dengan narasi negatif semacam itu. Dan ia mengimbau seluruh jamaah yang hadir dalam acara tersebut dalam saling menjaga dan berbuat baik.

“Diharapkan para jamaah bisa saling berbuat baik dengan sesama dan jangan saling menghina orang, karena bisa jadi yang dihina lebih baik daripara yang menghina,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kiyai Zaki juga menuturkan bahwa umat Islam tidak boleh menyakiti orang lain sekalipun telah disakiti. Justru ia mengajarkan agar umat yang tengah disakiti tidak perlu membalas dengan kesakitan melainkan dengan kebaikan 

“Jika ada yang membenci kita, jangan langsung dibenci, tapi balas dengan kebaikan,” tegasnya.

“Orang sufi apabila salah dan dimaki, dia tidak marah justru berdoa semoga Allah memaafkan dirinya, begitu pula sebaliknya,” ujar Kiyai Zaki. ()