JAKARTA – Anggota badan eksekutif mahasiswa republik indonesia (BEM RI) Nadya Yulianda berharap kalangan milenial agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial jangan sampai akibat terlalu bersemangat menyebarkan berita-berita yang diperoleh dapat berimplikasi pada konsekuensi hukum.

“Saya agak khawatir melihat penggunaan medsos saat ini banyak pihak yang menggunakannya secara berlebihan dan kurang terkontrol sehingga mengancam keutuhan bangsa,” kata Nadya yang juga demisioner presiden mahasiswa presma Jayabaya 2016-2017, Minggu (24/2/2019).

Menurut Nadya, semakin sulit dikontrol nya praktek hoax dan ujaran kebencian di media sosial ini mengakibatkan kaum milenial menjadi semakin kehilangan jati diri mereka seolah mengikuti saja apa yang beredar di media sosial seperti persoalan hoax dan isu SARA.

Apalagi di tahun politik ini media sosial sudah dijadikan salah satu alat untuk menyerang lawan seharusnya politik bisa dijadikan pelajaran untuk bisa mencerdaskan kaum milenial yang akan menggantikan posisi elit politik saat ini.

Menyinggung soal kepemimpinan menurut Nadya, pemimpin yang diharapkan oleh kaum Milenial adalah yang memperhatikan aspirasi Pemuda dan mahasiswa. Apa yang sudah bagus sebaiknya dilanjutkan dan diperbaiki agar tetap bermanfaat bagi kaum milenial.

Selain itu, kata dia, masalah keamanan juga menjadi perhatian dari kaum milenial di Pilpres ini.

“Hal ini agar pihak membantu terciptanya keamanan di lingkungan masing-masing untuk membantu apa yang memang sudah berupaya untuk mewujudkannya,” pungkasnya.