Kuningan, Triknews.com – Ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menegaskan jika tidak boleh persoalan politik dicampur adukkan dalam persoalan agama, maupun debaliknya.

Hal ini disampaikan Kiyai Aqil dalam sebuah wawancara di stasiun televisi swasta kemarin.

“La Shiyasata fiddiin, wa laa diina fisshiyasah. Tidak ada politik di dalam beragama, dan tidak ada agama di dalam berpolitik,” kata Kiyai Aqil.

Salah satu contoh yang disampaikan Kiyai Aqil adalah salah satu ibadah maghdhoh. Ia mengatakan jika tidak boleh dalam ibadah dicampur dengan perkara politik.

“Contoh, Sholat tidak boleh berpolitik, sholat ya sholat, ibadah, bukan menghadiri shalat biar terpilih jadi anggota DPR, biar menang dalam pemilihan Bupati atau Walikota, Gubernur. Shalat berbolitik itu namanya. Sama sekali di mata Allah tidak ada nilainya,” pungkasnya.

Terkait dengan rencana Aksi 313 yang akan digelar oleh 2 kelompok ormas baru yakni Forum Umat Islam (FUI) maupun Forum Syuhada Indonesia (FSI). Bagi Aqil, sangat tidak pantas mengatasnamakan agama hanya demi kepentingan politik saja.

“Yang saya sangat sayangkan adalah, kalau demo itu tujuannya untuk mengalahkan seseorang (dan) memenangkan seseorang,” pungkas Kiyai Aqil.

“Kalau demo itu menegakkan kebenaran, sifatnya universal demi menjaga NKRI, menjaga keutuhan bangsa, ada ancaman besar bagi bangsa ini, mari kita demo. Demo anti narkoba, demo anti teroris, demo anti pedofil,” pungkasnya lagi.