Jakarta, Triknews.com – Forum Umat Islam (FUI) hari ini menggelar konferensi pers mengenai rencana aksi massa yang akan mereka laksanakan pada Jumat (31/3) besok. Konferensi pers ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, pada kamis (30/3) hari ini.

Di dalam keterangan persnya, Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al-Khaththath, menyatakan bahwa aksi yang akan dilakukan pihaknya besok itu, akan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar segera memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena yang bersangkutan sudah menyandang status terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Tuntutan dari umat terkait dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 83 tentang Pemerintah Daerah di mana kami menyampaikan Presiden berkewajiban menjalankan undang-undang, yaitu seorang terdakwa harus diberhentikan dari jabatannya,” kata Al-Khaththath hari ini.

Menurut Al-Khaththath, alasan mengapa pemerintah harus segera mencopot Ahok dari jabatannya sebagai gubernur DKI saat ini, karena kalau melihat kasus sebelumnya yang menyeret mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang terjerat kasus korupsi, langsung diberhentikan.

Jamin Aksi Berjalan Damai

Lebih lanjut, Al-Khaththath menjamin bahwa aksi 313 yang akan dilaksanakan pihaknya itu akan berjalan damai alias tanpa kericuhan.

“Mudah-mudahan ini merupakan aksi damai tidak ada seting ricuh, meskipun di media sosial ada omongan ricuh,” katanya.

“Kalau mau ricuh mah nggak usah ngomong, Insha Allah aksinya damai,” sambungnya.

Karena itu, agar aksi besok tetap berjalan dengan damai seperti sebelumnya, Al-Khaththath meminta kepada aparat yang berwewenang, agar bisa mengawal aksi massa itu dengan sebaik mungkin.

“Kami minta aparat menjalankan fungsinya memberikan penganyoman bagi massa aksi karena aksi dilindungi undang-undang,” katanya lagi.

Ketika ditanya mengenai jumlah massa yang akan berpartisipasi dalam aksi itu, Al-Khaththath memang belum memastikan, tetapi dia sudah mengestimasikan massa sekitar 100.000 ribu orang lebih, di mana tidak hanya dari warga Jakarta saja, melainkan juga dari wilayah sekitarnya.

Teknis Aksi

Masih kata Al-Khaththath, salah satu agenda aksi itu berupa long march. Hanya saja saja, sebelum itu, peserta aksi akan terlebih dahulu melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

Baru setelah itu, peserta akan melaksanakan aksi jalan kaki dari Masjid Istiqlal menuju depan Istana Merdeka dengan melalui rute tertentu.

“Untuk aksi yaitu long march dari Masjid Istiqlal ke Istana dengan melalui Jalan Medan Merdeka Timur, belok kanan Jalan Merdeka Selatan, lewat Balai Kota, kemudian Bundaran Patung Kuda belok kanan lagi lewat Jalan Medan Merdeka Barat sampai depan Istana,” kata Al-Khaththath.

Kalau melihat rencana yang sudah disusun pihaknya, Al-Khaththath memperkirakan bahwa aksi massa itu akan berlangsung hingga petang. Karena itu, massa yang ikut aksi akan diarahkan ke Masjid Istiqlal lagi untuk menunaikan shalat maghrib berjamaah.

“Aksi besok tidak langsung bubar di Istana, tapi peserta aksi akan pulang bareng menuju titik yang ditentukan,” terang dia.

Minta Pemerintah Terima Perwakilan Aksi

Sebelum peserta aksi diarahkan kembali ke Masjid Istiqlal, Al-Khaththath mengatakan bahwa nantinya akan ada perwakilan aksi yang akan menemui Presiden Jokowi, dan berharap diterima dengan baik.

“Mudah mudahan diberikan kesempatan delegasi wakil aksi untuk berdialog dengan Presiden untuk menyapaikan aspirasi umat atau rakyat,” ujarnya.