Jakarta, Triknews.com – Puluhan mahasiswa dan pemuda menamakan diri Lingkar Mahasiswa Pemuda Indonesia dan Sentral Kajian Aksi Pemuda Indonesia (Lima Sikap Pemuda Indonesia) mendesak KPU DKI Jakarta untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor 3 , Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, jika tidak menghentikan kampanye intimidatif bernuansa SARA, yang telah dilakukan pendukungnya.

Hal itu disampaikan Chairul, Korlap Lima Sikap Pemuda Indonesia dalam aksi di depan Kantor KPUD DKI Jakarta Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat, Kamis (30/3). “Pilkada DKI Jakarta telah menyebabkan darurat intoleransi. Persoalan politik yang seharusnya sederhana menjadi rumit karena pasangan calon nomor 3 dan pendukungnya menggunakan agama dalam mendegradasi lawan politiknya,” ujar Chairul.

Akibatnya, lanjut mahasiswa FH UBK semester akhir ini, saat ini orang gampang menuding orang lain kafir hanya gara-gara beda pilihan. Bahkan di beberapa masjid muncul spanduk-spanduk provokatif yang menolak men-sholatkan jenazah pendukung paslon Ahok – Jarot. “Ini sungguh tidak masuk akal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Lima Sikap Pemuda memberi ultimatum kepada Anies baswedan untuk memerintahkan pendukungnya mencopot spanduk-spanduk provokatif, intimidatif dan intoleran. Kedua, Anies memerintahkan pendukungnya untuk menghentikan mobilisasi massa luar kota untuk masuk Jakarta yang dikemas dalam Tamasha Al Maidah pada hari H pelaksanaan pemilihan, karena itu merupakan cara-cara mengintimidasi pemilih yang berbeda pilihan.

“Jika dalam waktu 3 x 24 jam Anies tidak melakukan itu, maka kami minta KPUD DKI Jakarta untuk mendiskualifikasi Paslon No 3 Anies – Sandi karena melakukan pembiaran yang dilakukan pendukungnya dan itu berdampak berbahaya dapat memecah melah masyarakat Dki Jakarta dengan isue-isue SARA,” tegasnya.

Dia menyayangkan Anies yang dulu santun kini menyadi tukang nyinyir dan tidak santun lagi, “Mungkin inilah cara Allah membuka aib seseorang yang dikira santun ternyata setelah diberi iming-iming kekuasaan, menjadi kelihatan aslinya, tidak santun dan tidak patut diteladani oleh generasi muda. Para pemilih DKI Jakarta saya yakin sudah cerdas untuk memilih pemimpin yang benar-benar bekerja atau yang hanya cari kerja,” pungkasnya.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan ultimatum dan poster bergambar Anies Baswedan yang bertuliskan Hentikan Kampanye SARA, Untuk Pilkada DKI yang lebih baik.