Jakarta, Triknews.com – Jamaah Pengajian Pendukung Ahok Djarot (Jampe2aja) menilai gerakan aksi yang diinisiasi Forum Umat Islam (FUI) pimpinan Al Khathathath bertajuk 313 sarat muatan politis mengingat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua bakal digelar dalam waktu dekat.

“Kami menilai bahwa aksi 313 besok itu sangat sarat muatan politis,” kata Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh Mz saat pengajian kebangsaan bersama Majelis Ta’lim An-Shorun Nabi di Buaran Jakarta Timur, Kamis (30/3).

Dihadapan ratusan jamaah pengajian, Gus Sholeh menghimbau agar masyarakat lebih baik tetap menjalankan aktivitas sehari-hari ketimbang mengikuti aksi tersebut.

“Kita harus bisa mengingatkan saudara-saudara kita yang dari luar Jakarta, tidak perlu ikutan aksi 313. Jelas arahnya Pilkada DKI, jadi orang luar Jakarta enggak ada urusan. Ngapain juga ikut-ikutan,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Sholeh juga mengaku kagumi dengan sosok Basuki Djarot yang peduli terhadap umat Islam. Mulai dari membangun masjid di Balai Kota, diberi nama Masjid Fatahillah. “Diakui atau tidak, faktanya selama puluhan tahun dan belasan Gubernur Jakarta yang muslim, Balai Kota tidak memiliki masjid. Tapi setelah Gubernurnya nonmuslim, malah punya masjid,” terang Gus Sholeh.

Selanjutnya, lanjut dia, Ahok membangun Masjid Agung Jakarta di Daan Mogot Jakarta Barat, lalu menerbitkan SK Gubernur yang menandakan kepeduliannya terhadap umat Islam. SK GUB No 2589 / 2015, bantuan terhadap 118 mushola, masjid dan majelis taklim dengan kisaran 15 s/d 75 juta rupiah. SK GUB No 308 / 2016, bantuan terhadap 125 mushola, masjid dan majelis taklim dengan kisaran 15 s/d 100 juta rupiah. Kartu Jakarta Pintar pun diberikan kepada madrasah dan sekolah Islam, dari ibtidaiyah atau setingkat SD sampai Aliyah atau setingkat SMA.

“Dan paling terharunya, Ahok umrohkan penjaga masjid atau musholla. Coba tanya, Gubernur lain yang muslim-muslim itu apa juga melakukan hal yang sama? Orang yang jaga masjid dan mengabdikan dirinya, dihargai dengan ibadah umroh gratis,” bebernya.

Gus Sholeh pun menyemangati para pendukungnya untuk terus aktif mengajak rekan-rekannya ikut serta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Sebab, Basuki Djarot nanti masih memerlukan suara untuk memenuhi syarat 50 persen plus 1.

“Di DKI sejarahnya kalau (pasangan calon gubernur-wakil gubernur) sudah menang putaran 1, Insya Allah putaran kedua menang lagi. Kemarin pas Pilkada 2012, Pak Jokowi-Basuki menang 2 putaran,” tutup Gus Sholeh yang langsung diamini para jamaah majelis taklim.