Jakarta, Triknews.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, menilai bahwa energi bangsa saat ini dihabiskan hanya untuk kontestasi Pilkada DKI Jakarta dan kasus hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Karena itu, sosok yang kerap dipanggil Buya Syafii ini pun menghimbau kepada masyarakat agar tak menghabiskan energi mereka hanya untuk kepentingan politik sesaat.

“Yang saya kadang-kadang sedih itu ya, ini Pilkada DKI ini menghabiskan energi bangsa, untuk apa sih?” kata Buya Syafii saat menyampaikan orasi kebangsaan dalam acara ulang tahun Mizan Group ke-34 di gedung serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Lebih lanjut, Buya Syafii juga meminta kepada masyarakat luas agar tak melulu mengurusi Gubernur DKI nonaktif, Ahok, yang terjerat kasus hukum.

Permintaan ini bukan tanpa alasan, sebab jika hal itu terus berlanjut, Buya Syafii memprediksi persatuan dan persaudaraan masyarakat akan terpecah-belah.

“Ahok diperkatakan, dipergunjingkan, dihujat, dihukum, habis energi kita. Pakai agama lagi, penista agama, dan orang yang mengatakan tidak ada penistaan, dihujat habis-habisan. Energi kita terbuang sia-sia untuk sesuatu yang menurut saya bukan masalah yang mendasar,” tutur Buya.

Tidak hanya itu saja, Buya Syafii juga mengatakan bahwa jika energi bangsa ini digunakan dalam memperdebatkan kasus Ahok atau Pilkada DKI Jakarta, maka hal itu akan menjadi tak berarti.

Selain itu, Buya Syafii juga menyinggung fenomena media sosial di mana saat ini hanya dipenuhi dengan ujaran kebencian belaka dan takfir satu sama lain.

“Jangan dikorbankanlah bangsa untuk DKI ini. Nggak perlu lagi kita saling menyalahkan. Bahkan sekarang di medsos, sudah kafir-mengkafirkan. Mayat, nggak ngurus mayat, itu ngapain?” katanya.

Terkait dengan beberapa pernyataannya ini, Buya Syafii menjelaskan bahwa semua itu dia sampaikan bukan karena dirinya pendukung Ahok. Dan dia memastikan bahwa di dalam video yang berisi pidato Ahok itu tak ada indikasi apapun yang bisa dikatakan sebagai penistaan agama.

Hal ini merujuk kepada pidato Ahok yang disampaikannya di Kepulauan Seribu mengenai sosialisasi budidaya ikan kerapu di mana belakangan ini video itu dijadikan dalih oleh kelompok-kelopmok tertentu untuk memojokkan Ahok dan menudingnya sebagai penista kitab suci.

“Saya bukan pendukung Ahok. Saya lihat video 13 detik, saya tak bisa menyimpulkan itu menista atau menghina ulama, Islam, agama,” tutup Buya Syafii.