Jakarta, Triknews.com – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diberitakan menelepon pihak Polda Metro Jaya agar menangguhkan penahanan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khathtath, yang ditangkap pihak kepolisian di Hotel Kempinski, depan Bundaran HI, Jakarta Pusat, karena diduga mengupayakan pemufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah saat ini.

Dari informasi yang beredar, pihak yang ditelepon Anies adalah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan.

Menurut informasi, permintaan Anies ini tegas ditolak sebagaimana disampaikan oleh salah satu sumber dari penyidik Bareskrim Polda Metro Jaya.

“Memang, ada telepon dari Pak Anies meminta agar Gatot ditangguhkan. Tetapi kita abaikan saja,” kata serorang penyidik di Polda Metro Jaya pada hari ini, Jumat (31/3).

Sumber dari salah satu penyidik ini mengungkap bahwa pihaknya tidak akan tunduk pada setiap upaya intervensi hukum yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Alasan yang dikemukakannya sangat kuat. Karena menurutnya, dugaan upaya pemufakatan makar Al-Khaththath ini sangatlah serius, di mana dianggap sangat mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

“Mereka disangkakan dengan makar. Ini masalah serius dan taruhannya masa depan bangsa,” katanya menambahkan.

Sebagai tambahan informasi, ketika Al-Khaththath ditangkap, dia tidak sendirian, tetapi bersama dengan empat orang lainnya yang juga diduga melakukan tindak pidana yang sama.

Keempat orang itu antara lain: Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha (mantan suami Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti), dan Andry.

Saat ini, mereka semua berada di Mako Bromob Kelapa Dua untuk menjalani pemeriksaan. Dari mereka juga, polisi sudah mengamankan sejumlah bukti, di antaranya telepon seluler dan dokumen-dokumen lainnya.