Jakarta, Triknews.com – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) menilai langkah kepolisian yang menangkap pentolan Forum Umat Islam (FUI) Al Khathathath dalam kasus dugaan makar sudah tepat.

“Menurut saya langkah yang dilakukan polisi preventif,” kata Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Jumat (31/3).

Sebab, kata dia, apabila polisi tidak melakukan pencegahan sejak awal, aksi super damai yang bertajuk 313 itu diyakininya tidak akan seperti sebelum-belumnya. Ada hal yang tidak terduga akan terjadi.

“Bayangkan kalau itu (perbuatan dugaan makar) lolos dan ada upaya yang menungganginya sehingga berujung anarkis. Upaya Polri harus diakui untuk melakukan pencegahan deteksi dini,” kata dia.

Willy juga menyayangkan pernyataan Ketua Presidium IPW Neta S Pane yang menyudutkan upaya dan kerja keras Polri dalam menciptakan suasana aman dan damai serta menjaga kamtibmas.

“Berikanlah kritik membangun kepada upaya Polri, lihatlah dari segi aspek publik, efek dan dampaknya buat kemaslahatan. Jangan hanya bisa menyinyir tanpa ada solusi membangun buat bangsa dan negara,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, mengenai penangkapan kali ini, polisi harus membuktikan dan mencari bukti lain mengenai niatan makar. Selain itu, polisi juga harus mencari tahu siapa aktor dan penyandang dana makar itu.

“Saya kira bukti-bukti awal jauh lebih bagus untuk mencegah segala macam. Ini kan proses-proses berikutnya masih ada,” papar dia.

Dalam kesempatan ini, dia mengapresiasi langkah kepolisian.

“Polisi sudah memainkan peran yang cukup bagus buat saya, untuk melakukan preventif bukti-bukti awal. Beberapa bukti kan sudah dimiliki,” kata dia.

Diketahui, Polisi menangkap 4 orang yang disebut menjadi otak Aksi 313 hari ini. Mereka diantaranya adalah
1. Al Khathath (Koordinator Aksi 313 Istana dan Sekjen Forum Umat Islam – FUI) ditangkap di hotel Kempinski kamar 123.
2. Zainudin Arsyad (Pimpinan GMPBBR)
3. Irwansayah (Wakil koordinator Aksi 313 di Istana)
4. Dikho Nugraha (Panglima Besar Forum Syuhada Indonesia – FSI, otak Aksi 313 di DPR RI)