Jakarta, Triknews.com – Pihak kepolisian mengungkap bahwa penangkapan terhadap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga menjadi koordinator aksi 313, Muhammad Al-Khaththath, sudah berdasarkan bukti yang cukup.

Hal ini disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli kepada wartawan di Pos Pengamanan di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (31/3), dalam rangka menanggapi tuntutan pihak-pihak tertentu agar polisi segera melepaskan Al-Khaththath kalau memang tak didasarkan pada bukti yang kuat.

Diketahui, Al-Khathtahtath ditangkap oleh pihak kepolisian pada Kamis (31/3) malam di hotel Kempinski depan Bundaran Hotel Indonesia karena dugaan upaya pemufakatan makar. Polisi pun mengklaim sudah mengamankan sejumlah alat bukti yang bisa menjerat Al-Khaththath.

“Penyidik ada alat bukti. Enggak juga (berkaitan dengan aksi 313), pas lagi ada alat bukti, punya alat kuat,” ujar Boy di hadapanawak media.

Lebih lanjut, Boy menegaskan bahwa dalam kasus penangkapan ini sangat lah berbeda dengan kasus penangkapan tehadap Firza Husein dan Ahmad Dhani beberapa waktu lalu dengan kasus sejenis.

“Ini penyelidikannya beda,” sambung Boy.

Tidak hanya itu saja, Boy juga mengungkap bahwa pemeriksaan terhadap kasus dugaan pemufakatan makar ini akan dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Dalam arti kata, Polda Metro Jaya akan memeriksa lima orang yang sudah ditangkap polisi, antara lain: Muhammad Al-Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha (mantan suami Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti), dan Andry.

“Itu diperiksa oleh Polda Metro, nanti dari Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya) memberi keterangan. Diperiksa oleh penyidik Polda,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai alasan mengapa Al-Khaththath ditangkap pihak kepolisian, Boy berasalan karena adanya pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh kelima orang tersebut. Hanya saja, Boy belum menjelaskan apa saja isi dari pertemuan itu.

“Pertemuan yang perlu diperhatikan, diamati,” tandasnya.