Sumber: duta.co

Beberapa waktu terakhir ini, ada pemberitaan palsu (hoax) yang coba mengeruhkan suasana persaudaraan di negeri ini. Pasalnya, di media sosial WhatsApp viral pemberitaan mengenai diculiknya sejumlah kiai di daerah, dua kiai di Jombang dan dan tiga kiai di Gresik. Kabar ini sangat menghebohkan dan meresahkan masyarakat.

Tetapi, hal itu sudah dinyatakan hoax oleh Amar Ma’ruf, salah satu warga Bandar Kedung Mulyo, Jombang, sebagaimana dilansir laman duta.co pada Jum’at (24/2) siang.

“Kabarnya sangat serem. Dan itu beredar sejak tadi pagi, mudah-mudahan tidak benar, hanya berita hoax,” terang Ma’ruf.

Kabar tersebut juga membuat resah para kiai yang ada di Jombang, salah satunya Ketua MUI Jombang, Kiai Kholil Dahlan.

Seperti Ma’ruf, Kiai Kholil juga menungkap secara tegas bahwa kabar itu hanyalah hoax belaka.

Kiai Kholil juga mengaku kalau dirinya mengetahui adanya pemberitaan yang meresahkan itu dari Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto yang pada saat itu juga menanyakan kebenaran kabar tersebut kepadanya.

“Saya diberitahu Pak Kapolres tadi pagi, bahwa ada kabar seperti itu,” terang Kiai Kholil kepada wartawan, Jumat (24/2) siang.

Sejak mendengar kabar tersebut, pengasuh Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Jombang ini, mengungkap bahwa pihaknya langsung meneruskan kabar tersebut ke sejumlah kiai di Jombang, untuk ditelusuri kebenarannya.

“Ya! Setelah dikabari Pak Kapolres, saya langsung sampaikan kepada para kiai tadi pagi. Kebetulan tadi pagi kumpul, ada acara. Dan perlu diketahui, hingga saat ini, tidak ada satu pun kiai di Jombang yang ditangkap atau diculik,” sambungnya.

Tidak hanya itu saja, Kiai Kholil meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya atau menelan mentah-mentah kabar dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Dalam arti kata, siapapun yang menerima berita, harus menelusuri terlebih dahulu apakah berita itu benar atau tidak.

“Jangan menelan kabar begitu saja apalagi sumbernya medsos. Jangan percaya begitu saja terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya. Ini bisa berbahaya,” tegas Kiai Kholil.

Untuk diketahui, berita hoax tadi sengaja didramatisir oleh pembuatnya dengan narasi berikut ini:

*INFO PENTING*. Diteruskan kabar dari KH Husni Tamrin (Bogor) bahwa tadi malam sekitar jam 01.00 telah terjadi *PENCULIKAN TERHADAP LIMA KIAI* (tiga kiai Gresik, dan dua kiai dari Jombang), yang mana penculik tersebut mengatasnamakan APARAT, namun Wallohu a’lam, sepertinya ulah KOMUNIS.

“Jadi, jelas, kini ada gerakan yang ingin mengacaukan suasana. Umat Islam harus selektif membaca kabar terutama di media sosial,” pungkas Kiai Kholil.